Pada hari Selasa, 11 Agustus 2026, Akademi Kesehatan dr. Soedjono menyelenggarakan seminar bertema “Membangun Generasi Bebas HIV melalui Deteksi Dini Lintas Profesi dan Pendampingan Berkelanjutan”. Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga bagian dari pengabdian masyarakat yang melibatkan lintas profesi: Guru BK dari SMA/SMK, mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis (TLM), serta mahasiswa Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK).

Seminar menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Ayu Cahyaningtyas, S.KM., M.P.H selaku dosen Prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Akkes dr. Soedjono dan Dr. dr. Noerjanto Rahardjo, Sp.PD, FINASIM, yang memberikan perspektif komprehensif mengenai HIV/AIDS dari sisi medis, diagnostik, hingga edukasi psikososial. Kehadiran para guru BK dari berbagai sekolah menambah bobot acara ini, di antaranya MAN 1 Kota Magelang, SMA N 1 Pringsurat, SMA N 2 Temanggung, SMK Ma’arif Kota Magelang, SMK BMW Magelang, SMA Syubanul Wathon, SMK N 3 Magelang, SMK N 1 Magelang, SMK 17 Temanggung, SMA Muhammadiyah 1 Muntilan, SMA N 2 Magelang, MAN 1 Kabupaten Magelang, serta SMK N 2 Magelang. Partisipasi lintas sekolah ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung edukasi HIV di kalangan remaja.

Dalam paparannya, dr. Noerjanto menegaskan bahwa HIV masih menjadi masalah kesehatan serius di Jawa Tengah. Data BPS 2025 mencatat 6.222 kasus HIV/AIDS, dengan Kota Semarang sebagai daerah terbanyak. Kota Magelang sendiri melaporkan 508 kasus HIV pada tahun 2026, menjadikannya penyumbang penyakit menular terbesar setelah TBC dan diare. “Kasus HIV banyak terjadi pada usia produktif. Ini ancaman bagi generasi muda. Pencegahan harus dilakukan sejak dini, terutama di sekolah dan kampus,” tegasnya.

Sementara itu, Ayu Cahyaningtyas membuka sesi dengan meluruskan mitos yang masih beredar. Ia menekankan bahwa HIV tidak menular melalui sentuhan, pelukan, atau berbagi makanan, melainkan hanya melalui cairan tubuh spesifik seperti darah, cairan kelamin, dan ASI. Strategi pencegahan ditegaskan dengan prinsip ABCDE: Abstinence, Be Faithful, Condom, Drugs, Education. “Kunci utama adalah edukasi yang benar dan konsisten,” ujarnya.

Mahasiswa TLM dilatih melakukan rapid test HIV sebagai langkah deteksi dini. Mereka juga mempelajari prosedur konfirmasi laboratorium seperti ELISA dan PCR, serta pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam penanganan spesimen berisiko tinggi. Sementara itu, mahasiswa RMIK berfokus pada rekam medis elektronik (RME) dan aplikasi SIHA (Sistem Informasi HIV-AIDS). Mereka dilatih menjaga kerahasiaan data pasien melalui sistem anonimisasi dan pembatasan akses. “Data yang akurat dan aman adalah fondasi keberhasilan terapi HIV,” jelas Ayu.

Guru BK dari berbagai sekolah hadir sebagai mitra strategis dalam pengabdian masyarakat. Mereka dilatih menjadi agen edukasi HIV di sekolah, sekaligus pendamping psikologis bagi siswa. “Guru BK adalah figur yang dipercaya siswa. Mereka bisa menjembatani komunikasi antara tenaga kesehatan dan remaja,” kata Dr. Noerjanto. Diskusi berlangsung interaktif, dengan guru BK menanyakan strategi komunikasi untuk mengurangi stigma HIV di sekolah, sementara mahasiswa antusias mencoba simulasi pemeriksaan laboratorium. Salah satu guru BK peserta menyampaikan, “Seminar ini membuka wawasan kami. Informasi bahwa HIV tidak menular lewat sentuhan sangat penting untuk menghapus stigma di sekolah.”

Kegiatan ini memperkuat roadmap pengabdian masyarakat Akkes dr. Soedjono, dengan fokus pada kesehatan masyarakat khususnya penyakit infeksi menular seksual. Seminar ini membuktikan bahwa penanggulangan HIV membutuhkan kolaborasi lintas profesi. Guru BK, mahasiswa TLM, dan RMIK bersama-sama menjadi garda terdepan dalam membangun generasi bebas HIV. Dengan pendekatan edukasi, diagnostik, dan manajemen data yang terintegrasi, Akkes dr. Soedjono menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencetak tenaga kesehatan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pengabdian masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *