Magelang , Sebanyak 29 dosen dan tenaga kependidikan Akademi Kesehatan dr. Soedjono mengikuti workshop bertajuk “Sosialisasi Program Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat serta Workshop Penulisan Ilmiah Tahun Akademik 2025/2026” yang digelar pada 22 Oktober 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) dan dipimpin langsung oleh Kepala P3M, Ari Susilowati, S.Si., M.Biomed, yang juga dikenal sebagai peneliti aktif di bidang fisiologi dan neurobiologi.

Workshop ini menjadi bagian dari strategi besar P3M dalam mengakselerasi budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan akademik AKKES dr. Soedjono. Bertempat di ruang pertemuan utama kampus, suasana kegiatan berlangsung dinamis sejak pagi hari. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan program kerja P3M hingga praktik langsung membuat akun di berbagai platform identitas akademik.

Ari Susilowati dalam paparannya menekankan pentingnya peran dosen dan tendik dalam mendukung tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek penelitian dan pengabdian masyarakat. Ia menyampaikan bahwa mulai tahun akademik 2025/2026, setiap dosen ditargetkan menghasilkan minimal satu publikasi penelitian dan satu publikasi pengabdian masyarakat, dengan tema prioritas “Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS)”. Target ini sejalan dengan visi P3M untuk menjadikan AKKES dr. Soedjono sebagai institusi pendidikan kesehatan unggul di tingkat nasional dan Asia Tenggara pada tahun 2035.

Sesi pertama workshop diisi dengan sosialisasi pedoman penelitian dan pengabdian masyarakat terbaru. Para peserta mendapatkan penjelasan rinci mengenai alur pengajuan proposal, kriteria penilaian, serta mekanisme pelaporan. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah skema insentif berbasis luaran, yang memberikan penghargaan finansial bagi dosen yang berhasil mempublikasikan karya ilmiah di jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi. Selain itu, karya seperti buku ajar, buku referensi, modul pengabdian, dan artikel opini di media massa juga mendapatkan apresiasi dalam bentuk insentif yang variatif.

Memasuki sesi kedua, peserta diajak untuk memahami pentingnya membangun identitas akademik digital. Dalam sesi ini, peserta dipandu secara langsung untuk membuat dan mengoptimalkan akun di lima platform utama: Google Scholar, ResearchGate, ORCID, SINTA, dan Scopus. Dengan pendampingan teknis dari tim P3M, seluruh peserta berhasil membuat akun Google Scholar dan ResearchGate, serta mengisi profil dasar mereka. Sebagian besar juga telah menyelesaikan registrasi ORCID dan SINTA, sementara pembuatan akun Scopus dijadwalkan dalam sesi lanjutan.

Salah satu momen menarik terjadi saat peserta diajak untuk melakukan simulasi pencarian jurnal menggunakan teknik Boolean (AND, OR, NOT) dan mengidentifikasi jurnal SINTA yang dapat diakses secara gratis. Teknik ini dinilai sangat membantu dalam menyusun strategi publikasi yang efektif dan efisien. Ari juga memperkenalkan penggunaan aplikasi manajemen referensi Mendeley, yang akan menjadi fokus utama dalam workshop lanjutan pada bulan Desember mendatang.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta menerima sertifikat resmi sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi dan kompetensi yang telah diperoleh. Sertifikat ini juga menjadi salah satu syarat administratif dalam pengajuan proposal penelitian dan pengabdian ke P3M. Dalam sambutannya saat penutupan, Ari menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat belajar dan komitmen terhadap pengembangan institusi.

“Workshop ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah awal untuk membangun ekosistem akademik yang produktif dan berdaya saing. Kami berharap para dosen dan tendik dapat menjadi motor penggerak perubahan, tidak hanya dalam ruang kelas, tetapi juga di tengah masyarakat,” ujar Ari.

Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini mencakup pendampingan intensif bagi dosen pemula, klinik penulisan manuskrip, serta pelatihan lanjutan tentang publikasi ilmiah dan pengelolaan data penelitian. 

Dengan semangat kolaboratif dan dukungan penuh dari pimpinan institusi, workshop ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan AKKES dr. Soedjono menuju institusi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *